Kamis, 21 April 2016

kaidah fi'il madhi

ARTIKEL
BAHASA ARAB TENTANG FI’IL MADHI
Nama    : Isni Robiyanti
Kelas      : PAI D
NIM      : 15410049 
FAKULTAS ILMU TARBIAH DAN KEGURUAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UIN SUNAN KALIJAGA
2015/2016



Pendahuluan
A.    Latar belakang
Bahasa arab adalah bahasa Alqur’an oleh karena itu bahasa Arab wajib tidak wajib kita harus mempelajarinya karena petunjuk kita menggunakan bahasa arab walaupun sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dalam mempelajari bahasa arab kita perlu mengetahui mengenai fiil karena fiil merupakan komponen yang sangat penting. Pada kesempatan mempelajari bahasa arab kali ini pemakalah akan membahas FIIL yaitu fiil madhi. Oleh karena itu dibuatnya artikel ini untuk membantu mempermudah mempelajari mengenai fi’il.

B.     Isi
Fi’il ialah :
كَلِمَةٌدَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِىْ نَفْسِهَا وَاقْتُرِنَتْ بِزَمَانٍ وَ ضْعًا.
Kalimah (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan disertai dengan pengertian zaman. Dengan kata lain, fiil ialah kata kerja.[1]

Tanda-tanda fi’il
Fi’il itu dapat diketahui dengan melalui huruf qad, sin, saufa, dan ta ta-nist yang di-sukun-kan.
Maksudnya : fi’il dapat dibedakan dari isim, dan huruf, yaitu dengan masuknya:
1.  Qad , contohnya:
قَدْاَفَلَح اْلُمؤْمِنُوْنَ              =sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Al Mu’minun: 1)
2.                 Sin, contoh:
سَيَقُوْلُ السُّفَهَآءُ               =orang-orang yang kurang akalnya akan mengatakan …(Al Baqarah: 142)
3.                 Saufa, contoh:
سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ                 =kamu sekalian kelak akan mengetahui  (At Takatsur : 4)
4.                 Ta ta nits yang disukunkan, contoh:
خَاءَتْ حَلِيْمَةُ                 =halimah telah datang
Perlu diketahui bahwa tanda fi’il madhi artinya tahqid (sesungguhnya atau untuk menyatakan sesuatu) dan bisa juga masuk kepada fi’il mudhari’: artinya kadang-kadang. Lafazh saufa dan sin khusus untuk fi’il mudhari’ zaman mustaqbal (masa akan dating). Adapun fungsinya ialah, saufa untuk menyatakan masa yang akan datang (lil ba’iid); sedangkan sin untuk menyatakan masa yang akan datang (lil qariib).
Kata nazhim :
وَالْفِعْلُ مَعْرُوْفٌ بِقَدْوَاسِّيْنِ , وَتَاءِالتَّأْنِيْثِ مَعَ التَّسْكِيْنِ.
وَتَافَعَلْتَ مُطْلَقًاكَجِئْتَ لِىْ, وَالنُّوْنِ وَالْيَاءْفِى افْعَلَنَّ وَافْعَلِىْ.
Tanda fi’il itu dapat diketahui dengan melalui huruf qad, sin, dan ta ta-nist yang disukunkan. Bisa juga dengan huruf ta (dhamir marfu’) pada lafazh fa’alta secara mutlak, seperti dalam contoh:جِئْتَ لِيْ(engkau telah datang kepadaku); nun(tau-kid) pada lafazh:اِفْعَلَنَّ(kerrjakanlah sungguh-sungguh); dan ya (muannats mukhathabah) pada lafazh:اِفْعَلِىْ(kerjakanlah olehmu).[2]
Ringkasan
tanda fi’il = saufa, qad, ta ta-nist yang disukunkan, dhomir marfu’, nun taukid, ya muannats mukhathabah.


Fi’il-fi’il
اَلْاَفْعَالُ ثَلَاثَةٌمَاضٍ وَمُضَارِعٌ وَاَمْرٌنَحْوُ ضَرَبَ يَضْرِبُ وَاضْرِبْ
Fi’il itu ada tiga macam, yaitu fi’il madhi, fi’il mudhori’, dan fi’il amar, contoh: (نَصَرَ يَنْصُرُ اُنْصُرْ) ؛ ضَرَبَ يَضْرِبُ اِضْرِبْ
Fi’il madhi- kata kerja Bentuk Lampau:
مَادَلَّ عَلى حَدَثٍ مَضى وَانْقَض وَعَلَامَتُهُ اَنْ تَقَبَلَ تَاءَالتَّأْنِيْثِ السَّا كِنَةِ.
Lafazh yang menunjukkan kejadian (perbuatan) yang telah berlalu dan selesai. Alamat-nya ialah, sering dimasuki ta ta-nits yang di-sukun-kan.[3] 
Kata kerja menunjukkan kejadian bentuk lampau, yang telah terjadi sebelum masa berbicara. 
Contohnya seperti:
اِسْتَخْرَجَ اِسْتَخْرَجَتْ, عَلِمَ عَلِمَتْ, نَصَرَ نَصَرَتْ,فَعَلَ فَعَلَتْ

Tanda tanda fi’il madhi[4]
·        Fi’il madhi selamanya di fathah-kan huruf akhirnya.
Contoh:          اَ كْرَمَ ؛ حَسُنَ ؛ ضَرَبَ ؛ عَلِمَ ؛ نَصَرَ
Fathah lafzhy
عَلِمَ خَرَجَ نَصَرَ
Penjelasan bahwa yang dimaksud dengan di fathah-kan huruf akhirnya, ialah fathah secara lafazh seperti contoh tadi, dan fathah secara perkiraan, seperti: دَعى, نَهى, رَمىَ fathah huruf akhirnya itu harus diperkirakan pula bilamana fi’il madhinya bertemu dengan dhamir marfu’ (dhamir yang di rafa’-kan) karena menjadi fa’il-nya, seperti:
Fathah taqdiry
دَعى, نَهى, رَمى
Tanda fi’il madhi





Contoh penerapan fi’il madhi :
Al-Anfal : 19
... وَلَنْ تُغُنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ...
كَثُرَتْmerupakan fi’il madhi dari dhomir هِيَ 
Al-Anfal : 21
وَلَا تَكُوْنُوْا  كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
·      تَكُوْنُوْاmerupakan fi’il madhidari dhomirهُمْ
·      قَالُوْاmerupakan fi’il madhi dari dhomirهُمْ
·      سَمِعْنَاmerupakan fi’il madhi dari dhomirنَحْنُ
Al-Baqarah : 17
...فَلَمَّآ اَضَآءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللّهُ بِنُوْرِهِمْ ...
اَضَآءَتْmerupakan fi’il madhi daridhomir هِيَ 






[1] Moch anwar. Ilmu nahwu, bandung: sinar baru algensindo,1995. Hal 4
[2] Ibid, hal 8
[3] Ibid, hal 55
[4] Ibid, hal 57