ARTIKEL
BAHASA ARAB TENTANG FI’IL MADHI

Nama : Isni Robiyanti
Kelas : PAI D
NIM : 15410049
FAKULTAS ILMU TARBIAH DAN KEGURUAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UIN SUNAN KALIJAGA
2015/2016
Pendahuluan
A. Latar
belakang
Bahasa arab adalah bahasa
Alqur’an oleh karena itu bahasa Arab wajib tidak wajib kita harus
mempelajarinya karena petunjuk kita menggunakan bahasa arab walaupun sudah
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dalam mempelajari bahasa arab kita perlu
mengetahui mengenai fiil karena fiil merupakan komponen yang sangat penting. Pada
kesempatan mempelajari bahasa arab kali ini pemakalah akan membahas FIIL yaitu
fiil madhi. Oleh karena itu dibuatnya artikel ini untuk
membantu mempermudah mempelajari mengenai fi’il.
B. Isi
Fi’il
ialah :
كَلِمَةٌدَلَّتْ
عَلَى مَعْنًى فِىْ نَفْسِهَا وَاقْتُرِنَتْ بِزَمَانٍ وَ ضْعًا.
Kalimah
(kata) yang menunjukkan makna mandiri dan disertai dengan pengertian zaman.
Dengan kata lain, fiil ialah kata kerja.[1]
Tanda-tanda
fi’il
Fi’il
itu dapat diketahui dengan melalui huruf qad, sin, saufa, dan ta ta-nist yang
di-sukun-kan.
Maksudnya
: fi’il dapat dibedakan dari isim, dan huruf, yaitu dengan masuknya:
1. Qad ,
contohnya:
قَدْاَفَلَح
اْلُمؤْمِنُوْنَ =sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman. (Al Mu’minun: 1)
2.
Sin, contoh:
سَيَقُوْلُ
السُّفَهَآءُ =orang-orang
yang kurang akalnya akan mengatakan …(Al Baqarah: 142)
3.
Saufa, contoh:
سَوْفَ
تَعْلَمُوْنَ =kamu
sekalian kelak akan mengetahui (At
Takatsur : 4)
4.
Ta ta nits yang disukunkan, contoh:
خَاءَتْ
حَلِيْمَةُ =halimah
telah datang
Perlu diketahui bahwa tanda fi’il madhi artinya
tahqid (sesungguhnya atau untuk menyatakan sesuatu) dan bisa juga masuk kepada
fi’il mudhari’: artinya kadang-kadang. Lafazh saufa dan sin khusus untuk fi’il
mudhari’ zaman mustaqbal (masa akan dating). Adapun fungsinya ialah, saufa
untuk menyatakan masa yang akan datang (lil ba’iid); sedangkan sin untuk
menyatakan masa yang akan datang (lil qariib).
Kata nazhim :
وَالْفِعْلُ
مَعْرُوْفٌ بِقَدْوَاسِّيْنِ , وَتَاءِالتَّأْنِيْثِ مَعَ التَّسْكِيْنِ.
وَتَافَعَلْتَ
مُطْلَقًاكَجِئْتَ لِىْ, وَالنُّوْنِ وَالْيَاءْفِى افْعَلَنَّ وَافْعَلِىْ.
Tanda
fi’il itu dapat diketahui dengan melalui huruf qad, sin, dan ta ta-nist yang
disukunkan. Bisa juga dengan huruf ta (dhamir marfu’) pada lafazh fa’alta
secara mutlak, seperti dalam contoh:جِئْتَ
لِيْ(engkau telah datang
kepadaku); nun(tau-kid) pada lafazh:اِفْعَلَنَّ(kerrjakanlah sungguh-sungguh); dan ya (muannats mukhathabah)
pada lafazh:اِفْعَلِىْ(kerjakanlah olehmu).[2]
Ringkasan
tanda fi’il = saufa, qad, ta
ta-nist yang disukunkan, dhomir marfu’, nun taukid, ya muannats mukhathabah.
|
Fi’il-fi’il
اَلْاَفْعَالُ
ثَلَاثَةٌمَاضٍ وَمُضَارِعٌ وَاَمْرٌنَحْوُ ضَرَبَ يَضْرِبُ وَاضْرِبْ
Fi’il
itu ada tiga macam, yaitu fi’il madhi, fi’il mudhori’, dan fi’il amar, contoh: (نَصَرَ يَنْصُرُ
اُنْصُرْ) ؛ ضَرَبَ يَضْرِبُ اِضْرِبْ
Fi’il
madhi- kata kerja Bentuk Lampau:
مَادَلَّ
عَلى حَدَثٍ مَضى وَانْقَض وَعَلَامَتُهُ اَنْ تَقَبَلَ تَاءَالتَّأْنِيْثِ السَّا
كِنَةِ.
Lafazh yang menunjukkan
kejadian (perbuatan) yang telah berlalu dan selesai. Alamat-nya ialah, sering
dimasuki ta ta-nits yang di-sukun-kan.[3]
Kata
kerja menunjukkan kejadian bentuk lampau, yang telah terjadi sebelum masa
berbicara.
Contohnya
seperti:
اِسْتَخْرَجَ
اِسْتَخْرَجَتْ, عَلِمَ عَلِمَتْ, نَصَرَ نَصَرَتْ,فَعَلَ فَعَلَتْ
·
Fi’il
madhi selamanya di fathah-kan huruf akhirnya.
Contoh: اَ
كْرَمَ ؛ حَسُنَ ؛ ضَرَبَ ؛ عَلِمَ ؛ نَصَرَ
Fathah lafzhy
|
عَلِمَ
خَرَجَ نَصَرَ
|
Penjelasan bahwa yang dimaksud dengan di
fathah-kan huruf akhirnya, ialah fathah secara lafazh seperti contoh tadi, dan
fathah secara perkiraan, seperti: دَعى, نَهى, رَمىَ fathah huruf akhirnya itu harus diperkirakan
pula bilamana fi’il madhinya bertemu dengan dhamir marfu’ (dhamir yang di
rafa’-kan) karena menjadi fa’il-nya, seperti:
Fathah taqdiry
|
دَعى, نَهى, رَمى
|
Tanda fi’il madhi
Contoh
penerapan fi’il madhi :
Al-Anfal
: 19
... وَلَنْ تُغُنِيَ عَنْكُمْ
فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ...
كَثُرَتْmerupakan fi’il madhi dari dhomir هِيَ
Al-Anfal : 21
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
·
تَكُوْنُوْاmerupakan fi’il
madhidari dhomirهُمْ
·
قَالُوْاmerupakan fi’il madhi
dari dhomirهُمْ
·
سَمِعْنَاmerupakan fi’il madhi
dari dhomirنَحْنُ
Al-Baqarah : 17
...فَلَمَّآ اَضَآءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللّهُ بِنُوْرِهِمْ ...
اَضَآءَتْmerupakan fi’il madhi daridhomir هِيَ