Kamis, 05 Mei 2016

makalah evaluasi pendidikan




MAKALAH
Evaluasi Program Pendidikan
DisusungunamemenuhitugasmatakuliahAdministrasiPendidikan yangdiampuBapakNurMunajat

oleh:
ISNI ROBIYANTI
15410049

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015/2016


KATA PENGANTAR
Segalapujidansyukur kami panjatkankepadaAllah SWT, karenaatasberkatdanlimpahanrahmat-Nyamakalah kami bisamenyelesaikanmakalahinidengantepatwaktu.Taklupashalawatdansalamsemogatetaptercurahkankepadanabi Muhammad saw. Yang semogakitamendapatkanberkahnya pula.
Berikutini kami  mempersembahkansebuahmakalahAdministrasiPendidikandenganjudul "evaluasi program  pendidikan", yang menurut kami dapatmemberikanmanfaatyang besarbagikitaguna lebihmengetahuimengenaibahasasecaramenyeluruh.
Melalui kata pengantarinilebihdahulumemintamaafdanmemohonpermaklumanbilamanaisimakalahiniadakekurangandanadatulisan yang kami buatkurangtepat
Denganini kami mempersembahkanmakalahinidenganpenuh rasa terimakasihdansemogaallah SWT memberkahimakalahinisehinggadapatmemberikanmanfaat.




Yogyakarta, 2 Mei 2016

Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A.      LatarBelakang ..………………………………………………………………………………..        1
B.      RumusanMasalah …………………………………………………………………………….         1
C.      Tujuan ..…………………………………………………………………………………………….        1
BAB II PEMBAHASAN
A.      PengertianEvaluasi ………………………….…………………………………………………        2         
B.      Karakteristik Evaluasi ………………………..………………………………………………..      2
C.      Ruang Lingkup Evaluasi………………………………………………………………………       3
D.     Tujuan Evaluasi Pendidikan ..…………………………………………………..............      4
E.      Fungsi Evaluasi ……………………………………………………………………………………      4
F.       Prinsip-Prinsip Evaluasi...................……………………………………………………        6
G.     Alat Evaluasi ..............................................................................................    7
H.     Prosedur Evaluasi .....................................................................................     8
I.        Subjek dan Objek Evaluasi .......................................................................     8
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan ..………………………………………………………………………………….....        9
DAFTAR PUSTAKA ..…………………………………………………………………………………        11





PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia saat ini dalam tahap memprihatinkan karen mash banyak anak indonesi yang tidak sekolah dan bahkan terlntar. Oleh karena itu perlu diadakan evaluasi mengenai pendidikan secara mendalam agar pendidikan Indonesia menjadi maju.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian, Karakteristik, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, PrinsipEvaluasi ?
2.      Apa Alat, Objek Dan Subjek Evaluasi, Dan Prosedur Evaluasi ?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui Pengertian, Karakteristik, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, Prinsip Evaluasi.
2.      Mengetahui Alat, Objek Dan Subjek Evaluasi, Dan Prosedur Evaluasi.















PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evaluasi
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat (1), evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, di antaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan. 
Pengertian evaluasi dilihat dari segi bahasa, evaluasi berasal dari kata bahasa Inggris “evolution”, bahasa Indonesia “penilaian”, yang akar katanya adalah value (bahasa Inggris), nilai (Indonesia). Secara istilah Edwin Wandt & Gerald W. Brown menytakan bahwa evolution refer to the act or process to determining the value of something atau suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Apabila definisi pendidikan yang mereka kemukakan adalah untuk memberikan definisi tentang Evaluasi pendidikan maka Evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai suatu tindakan atau kegiatan proses penentuan nilai pendidikan sehinga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.[1]
Evaluasi pendidikan di tanah air kita, lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi pendidikan sebagai berikut:[2]
1.      Kegiatan atau proses untuk menentukan kamajuan pendiddikan, dibandingkan dengan tujuanyang telah ditentukan.
2.      Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.

B.     Karakteristik Evaluasi
Kegiatan evaluasi dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa karakteristik penting, yaitu :[3]
1.      Memiliki implikasi tidak langsung terhadap siswa yang dievaluasi.
Hal ini terjadi misalnya seorang guru melakukan penilaian terhadap kemampuan yang tidak tampak dari siswa.Apa yang dilakukan adalah ia lebih banyak menafsir melalui beberapa aspek penting yang diizinkan seperti melalui penampilan, keterampilan, atau reaksi mereka terhadap suatu stimulus yang diberikan secara terencana.

2.      Lebih bersifat tidak lengkap.
Dikarenakan evaluasi tidak dilakukan secara kontinu maka hanya merupakan sebagian fenomena saj. Atau dengan kata lain, apa yang dievaluasi hanya sesuai dengan pertanyyaan item yang direncanakan oleh seorang guru.
3.      Mempunyai sifat kebermaknaan relative. Ini berarti, hasil penilaian tergantung pada tolok ukur yang digunakan oleh guru. Disamping itu evaluasipun tergantung dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan. Sebagai contoh, jika kita mengukur objek dengan penggaris yang mempunyai ketelitian setengah millimeter akan memperoleh hasil pengukuran yang kasar. Sebaliknya, jika seorang guru mengukur dengan menggunakan alat ukur micrometer yang biasanya mempunyai ketelitian 0,2 milimeter maka hasil pengukuran yang dilakukan akan mamperoleh hasil ukur yang lebih teliti.

C.    Ruang Lingkup Evaluasi
Secara umum, ruang lingkup dari evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah mencakup tiga komponen, yaitu:[4]
1.      Evaluasi mengenai program pengajaran
Adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Evaluasi program dimaksudkan untuk melihat pencapaian target program pengajaran tercapai, maka yang dijadikan sebagai tolok ukur adalah tujuan yang sudah dirumuskan dalam tahap perencanaan kegiatan. Biasanya dilakukan bagi kepentingan pengambilan kebijaksanaan untuk menentukan kebijaksanan selanjutnya. Evaluasi terhadap program pengajaran mencakup tiga hal yaitu: (a) evaluasi terhadap tujuan pengajaran, (b) evaluasi terhadap isi program pengajaran, (c) evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.

2.      Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran, mencakup:
a.       Kesesuian antara proses belajar mengajar yang berlangsung , dengan garis-garis program pengajaran yang telah ditentukan
b.      Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran
c.       Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
d.      Minat atau perhatian siswa di dalam mengikuti pelajaran
e.       Keaktifan atau partisipasi siswa selama    proses pembelajaran berlangsung
f.       Peranan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya
g.      Komunikasi dua arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung
h.      Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa
i.        Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas
j.        Upaya menghilangkan dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah

3.      Evaluasi mengenai hasil belajar, mencakup
a.       Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas
b.      Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran

D.    Tujuan evaluasi pendidikan
Tujuan umum dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu:
a.       Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan  sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
b.      Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
Tujuan khusus
a.       Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
b.      Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehinga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

E.     Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi secara umum
a.       Mengukur kemajuan
b.      Menunjang penyusunan
c.       Memperbaiki atau menyempurnakan kembali

Fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga segi yaitu:[5]
Segi Psikologis, Segi Didaktik, Segi Administrative.
a.       Segi Psikologis
Bagi pesrta didik, evaluasi pendidikan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya msing-masing di tengah-tengah kelompok atau lembaga.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan memberikan kapasitas atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah usaha yang telah dilakukan selama ini telah membawa hasil, sehingga secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah apa saja yang dipandang perlu dilakukan selanjutnya.
b.      Segi Didaktik
Bagi peserta didik evaluasi pendidikan (khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan dan memperthankan prestasinya.
Bagi pendidik :
1)      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
2)      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tangah kelompoknya.
3)      Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
4)      Memberikan pedoman untuk mencari dan menentukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
5)      Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah tercapai.
c.       Segi Administrative
1.      Memberikan laporan
Dengan melakukan evaluasi, akan dapat disusun dan disajikan laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserat didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Laporan mengenai perkembangan dan kemampuan belajar peserta didik itu pada umumnya tertuaang dalam bentuk buku laporan kemajuan belajar siswa (Rapor) untuk SD, SMP, dan SMA (KHS) kartu hasil studi untuk Perguruan Tinggi, yang diberikan kepada orang tua setiap akhir semester.




2.      Memberikan  bahan-bahan keterangan (Data)
Setiap keputusan pendidikan harus didasarkan kepada data yang lengkap dan akurat. Dalam hubungai ini nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari kegiatan evaluasi,adalah merupakan data yang sangat penting untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan atau lembaga pendidikan : Apakah seorang peserta didik dapat dinyatakan tamat belajar, dapat dinyatatakan naik kelas, tinggal kelas, lulus atau tidak lulus dan sebagainya.

3.      Memberikan gambaran
Gambaran yang dimaksud yaitu mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran tercermin antara lain dari hasil-hasil belajar para peserta didik setelah dilakukannya evaluasi hasil belajar. Dari kegiatan evaluasi hasil belajar yang telah dilakukan untuk berbagai jenis mata pelajaran, misalnya akan dapat tergambar bahwa dalam mata pelajaran tertentu (misal B.Arab, MTK, dan IPA) pada umumnya kemampuan peserta didik masih sangat memprihatinkan, sebaliknya untuk mata pelajaran PMP dan IPS misal hasil belajar siswa pada umumnya sangat mengembirakan. Gambaran tentang kualitas hasil belajar peserta didik juga dapat diperoleh berdasarkan data yang berupa Nilai Ebtanas Murni (NEM), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan lain-lain.

F.     Prinsip-prinsip evaluasi
Text Box: Tujuan Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triagulasi atau hubungan erat tiga komponen yaitu:[6]
a.       Tujuan pembelajaran
b.      Kegiatan pembelajaran atau KBM, dan
c.       Evaluasi








Text Box: Evaluasi

Text Box: KBM




 


Penjelasan bagan triagulasi[7]
a.       Hubungan antara tujuan dengan KBM
Antara belajar-mengajar yang dirancanru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai.Dengan demikian, anak panah yang menunjukkan hubungan antara keduanya mengarah pada tujuan dengan makna bahwa KBM mengacu pada tujuan, tetapi juga mengarah dari tujuan ke KBM, menunjukkan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke KBM.
b.      Hubungan antara tujuan dengan evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh man tujuan sudah tercapai.Dengan makna demikian maka anak panah berasal dari evaluasi menuju ke tujuan. Di lain sisi, jika dilihat dari langkah, dalam menyusun alat evaluasi ia mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan.
c.       Hubungan antara KBM dengan evaluasi
Seperti yang sudah disebutkan dalam nomor (1), KBM dirancang dan disusun dga harus engan mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan.Telah disebitkan pula dalam nomor (2) bahwa alat evaluasi juga disusun dengan mengacu pada tujuan.Selain mengacu pada tujuan, evaluasi juga harus mengacu atau disesuaikan den KBM yang dilaksanakan.
Sebagai contoh, jika kegiatan belajar-mengajar dilakukan oleh guru dengan menitikberatkan pada keterampilan siswa, bukannya aspek pengetahuan.

G.    Alat Evaluasi
Secara umum alat yaitu suatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas atau tujuan secara lebih efektif dan efisien.Alat evaluasi dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu denagn hasil seperti keadaan yang dievaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut elevator menggunakan cara atau teknik, atau lebih dikenal dengan teknik evaluasi. Teknik evaluasi ada dua yaitu teknik nontes dan teknis tes.
a.       Teknik Nontes, digunakan untuk mengevaluasi penampilan dan aspek-aspek belajar efektif dari  siswa. Yang tergolong teknik nontes adalah :
1.      Skala bertingkat(rating scale);
2.      Kuesioner (questionair);
3.      Daftar cocok (check list);
4.      Wawancara (interview);
5.      Pengamatan (observation);
6.      Riwayat hidup.

b.      Teknik Tes
Tes menurut Amir Daien Indrakusuma adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.Apabila dikaitkan dengan evaluasi yang dilakukan di sekolah , khususnya di suatu kelas, maka tes mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengukur siswa dan mengukur keberhasilan program pengajaran.


Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, tes dibagi menjadi 3, yaitu:
1.      Tes diagnostik,
2.      Tes formatif,dan
3.      Tes sumatif.

H.    Prosedur Evaluasi
Prosedur dalam evaluasi dapat dibagi menjadi beberapa langkah atau tahapan.
Menurut Mochtar Buchori M.Ed, “langkah-langkah pokok dalam evaluasi terdiri dari perencanaan, pengumpulan data, verivikasi data, analisadata dan penafsiran data (Mochtar Buchori M. Ed, 1972, hal. 24).
o   Masalah pertama yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah merumuskan tujuan evaluasi yang hendak dilaksanakan dalam suatu proses pendidikan, didasarkan atas tujuan yang hendak dicapai.
o   Masalah kedua yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah menetapkan aspek-aspek yang harus dinilai.
o   Masalah ketiga yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah menentukan metode evaluasi yang akan dipergunakan.
o   Masalah keempat daripada langkah perencanaan ialah memilih atau menyusun alat-alat evaluasi yang akan dipergunakan.
o   Masalah kelima daripada langkah perencanaan ialah menentukan kriteria yang akan dipergunakan
o   Masalah keenam daripada langkah perencanaa ialah menetapkan frekuensi evaluasi.

I.       Objek dan Subjek Evaluasi
Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan evluasi. Yang disebut subjek evaluasi untuk setiap tes, ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau tntang prestasi yang berlaku. Misalnya, untuk melaksanakan evaluasi tentang prestasi belajar atau pencapaian maka sebagai subjeknya evaluasi adalah guru. Kemudian untuk malaksanakan evaluasi sikap yang megunakan sebuah skala maka yang menjadi subjeknya bisa meminta petugas yang ditunjuk.[8]
Objek atau sasaran evaluasi adalah hal-hal yang menjadi pusat perhatian untuk dievaluasi. Apapun yang ditentukan oleh elvaluator atau penlai untuk dievluasi, itulah yang disebut dengan objek evaluasi. Yang dijadikan objek evaluasi adalah semua aspek yang terkait dengan kinerja transformasi yaitu (1) masukan mentah, (2) masukan instrumental, (3) masukan lingkungan, (4) proses transformasi itu sendiri, dan (5) keluaran, yaitu hasil dari transformasi.[9]






















PENUTUP
A.    Kesimpulan
 Pengertian Evaluasi sebagai suatu tindakan atau kegiatan proses penentuan nilai pendidikan sehinga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.
karakteristikevaluasi pendidikan, yaitu :
1.      Memiliki implikasi tidak langsung terhadap siswa yang dievaluasi.
2.      Lebih bersifat tidak lengkap.
3.      Mempunyai sifat kebermaknaan relative.
4.      Evaluasi mengenai program pengajaran
5.      Evaluasi mengenai proses pelaksanaan pengajaran
6.      Evaluasi mengenai hasil belajar,
Tujuan umum dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu:
a.       Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan  sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
b.      Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
Tujuan khusus
c.       Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
d.      Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehinga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

Fungsi evaluasi secara umum
d.      Mengukur kemajuan
e.       Menunjang penyusunan
f.       Memperbaiki atau menyempurnakan kembali
Fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga segi yaitu:Segi Psikologis, Segi Didaktik, Segi AdministrativeAda satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triagulasi atau hubungan erat tiga komponen yaitu:[10]
Tujuan pembelajaran
o   Kegiatan pembelajaran atau KBM, dan
o   Evaluasi
Secara umum alat yaitu suatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas atau tujuan secara lebih efektif dan efisien.
Teknik Nontes, digunakan untuk mengevaluasi penampilan dan aspek-aspek belajar efektif dari  siswa. Yang tergolong teknik nontes adalah :
.Skala bertingkat(rating scale);Kuesioner (questionair);Daftar cocok (check list);Wawancara (interview);Pengamatan (observation);Riwayat hidup.
Tes menurut Amir Daien Indrakusuma adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.
Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, tes dibagi menjadi 3, yaitu: Tes diagnostik,Tes formatif,dan Tes sumati
Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan evluasi. Objek atau sasaran evaluasi adalah hal-hal yang menjadi pusat perhatian untuk dievaluasi. Apapun yang ditentukan oleh elvaluator atau penlai untuk dievluasi, itulah yang disebut dengan objek evalua











DAFTAR PUSTAKA

ArikuntoSuharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1990,
Sudaryono, Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012,
Sukardi, Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara, 2008, 














[1] Anas sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 1996, hal. 1
[2] Ibid.,hal. 2
[3] Sukardi, Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara, 2008, hal. 3-4
[4]Sudaryono, Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012, hal. 40-41
[5]Sukardi, Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara, 2008,  hal. 12-13
[6] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1990, hal.38
[7]Ibid., hal. 39
[8]Sudaryono, Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012, hal.42
[9] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1990, hal. 30-31
[10] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta: 1990, hal.38




Tidak ada komentar:

Posting Komentar