MAKALAH
Evaluasi
Program Pendidikan
DisusungunamemenuhitugasmatakuliahAdministrasiPendidikan
yangdiampuBapakNurMunajat

oleh:
ISNI
ROBIYANTI
15410049
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN
SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Segalapujidansyukur kami
panjatkankepadaAllah SWT, karenaatasberkatdanlimpahanrahmat-Nyamakalah kami
bisamenyelesaikanmakalahinidengantepatwaktu.Taklupashalawatdansalamsemogatetaptercurahkankepadanabi
Muhammad saw. Yang semogakitamendapatkanberkahnya pula.
Berikutini kami mempersembahkansebuahmakalahAdministrasiPendidikandenganjudul
"evaluasi program pendidikan",
yang menurut kami dapatmemberikanmanfaatyang besarbagikitaguna lebihmengetahuimengenaibahasasecaramenyeluruh.
Melalui kata
pengantarinilebihdahulumemintamaafdanmemohonpermaklumanbilamanaisimakalahiniadakekurangandanadatulisan
yang kami buatkurangtepat
Denganini kami
mempersembahkanmakalahinidenganpenuh rasa terimakasihdansemogaallah SWT
memberkahimakalahinisehinggadapatmemberikanmanfaat.
Yogyakarta, 2 Mei 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang ..……………………………………………………………………………….. 1
B. RumusanMasalah ……………………………………………………………………………. 1
C. Tujuan ..……………………………………………………………………………………………. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
PengertianEvaluasi ………………………….………………………………………………… 2
B.
Karakteristik Evaluasi ………………………..……………………………………………….. 2
C.
Ruang Lingkup Evaluasi……………………………………………………………………… 3
D.
Tujuan Evaluasi Pendidikan ..………………………………………………….............. 4
E.
Fungsi Evaluasi …………………………………………………………………………………… 4
F.
Prinsip-Prinsip
Evaluasi...................…………………………………………………… 6
G.
Alat Evaluasi
.............................................................................................. 7
H.
Prosedur Evaluasi ..................................................................................... 8
I.
Subjek dan Objek Evaluasi
....................................................................... 8
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA ..………………………………………………………………………………… 11
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia saat ini dalam tahap
memprihatinkan karen mash banyak anak indonesi yang tidak sekolah dan bahkan
terlntar. Oleh karena itu perlu diadakan evaluasi mengenai pendidikan secara
mendalam agar pendidikan Indonesia menjadi maju.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian, Karakteristik,
Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, PrinsipEvaluasi ?
2.
Apa Alat, Objek Dan Subjek
Evaluasi, Dan Prosedur Evaluasi ?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui Pengertian,
Karakteristik, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, Prinsip Evaluasi.
2.
Mengetahui Alat, Objek Dan
Subjek Evaluasi, Dan Prosedur Evaluasi.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Evaluasi
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat (1), evaluasi dilakukan dalam
rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk
akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan,
di antaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.
Pengertian evaluasi dilihat dari segi bahasa, evaluasi berasal dari
kata bahasa Inggris “evolution”, bahasa Indonesia “penilaian”, yang akar
katanya adalah value (bahasa Inggris), nilai (Indonesia). Secara istilah Edwin
Wandt & Gerald W. Brown menytakan bahwa evolution refer to the act or
process to determining the value of something atau suatu tindakan atau
proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Apabila definisi pendidikan yang
mereka kemukakan adalah untuk memberikan definisi tentang Evaluasi pendidikan
maka Evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai suatu tindakan
atau kegiatan proses penentuan nilai pendidikan sehinga dapat diketahui mutu
atau hasil-hasilnya.[1]
Evaluasi
pendidikan di tanah air kita, lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan
mengenai Evaluasi pendidikan sebagai berikut:[2]
1.
Kegiatan atau
proses untuk menentukan kamajuan pendiddikan, dibandingkan dengan tujuanyang
telah ditentukan.
2.
Usaha untuk
memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan
pendidikan.
B.
Karakteristik Evaluasi
Kegiatan
evaluasi dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa karakteristik
penting, yaitu :[3]
1.
Memiliki
implikasi tidak langsung terhadap siswa yang dievaluasi.
Hal ini terjadi misalnya seorang guru melakukan penilaian terhadap
kemampuan yang tidak tampak dari siswa.Apa yang dilakukan adalah ia lebih
banyak menafsir melalui beberapa aspek penting yang diizinkan seperti melalui
penampilan, keterampilan, atau reaksi mereka terhadap suatu stimulus yang
diberikan secara terencana.
2.
Lebih bersifat
tidak lengkap.
Dikarenakan evaluasi tidak dilakukan secara kontinu maka hanya
merupakan sebagian fenomena saj. Atau dengan kata lain, apa yang dievaluasi
hanya sesuai dengan pertanyyaan item yang direncanakan oleh seorang guru.
3.
Mempunyai sifat
kebermaknaan relative. Ini berarti, hasil penilaian tergantung pada tolok ukur
yang digunakan oleh guru. Disamping itu evaluasipun tergantung dengan tingkat
ketelitian alat ukur yang digunakan. Sebagai contoh, jika kita mengukur objek
dengan penggaris yang mempunyai ketelitian setengah millimeter akan memperoleh
hasil pengukuran yang kasar. Sebaliknya, jika seorang guru mengukur dengan
menggunakan alat ukur micrometer yang biasanya mempunyai ketelitian 0,2
milimeter maka hasil pengukuran yang dilakukan akan mamperoleh hasil ukur yang
lebih teliti.
C.
Ruang Lingkup
Evaluasi
Secara umum, ruang lingkup dari evaluasi dalam bidang pendidikan di
sekolah mencakup tiga komponen, yaitu:[4]
1.
Evaluasi mengenai
program pengajaran
Adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk
melihat tingkat keberhasilan program. Evaluasi program dimaksudkan untuk
melihat pencapaian target program pengajaran tercapai, maka yang dijadikan
sebagai tolok ukur adalah tujuan yang sudah dirumuskan dalam tahap perencanaan
kegiatan. Biasanya dilakukan bagi kepentingan pengambilan kebijaksanaan untuk
menentukan kebijaksanan selanjutnya. Evaluasi terhadap program pengajaran
mencakup tiga hal yaitu: (a) evaluasi terhadap tujuan pengajaran, (b) evaluasi
terhadap isi program pengajaran, (c) evaluasi terhadap strategi belajar
mengajar.
2.
Evaluasi
mengenai proses pelaksanaan pengajaran, mencakup:
a.
Kesesuian
antara proses belajar mengajar yang berlangsung , dengan garis-garis program
pengajaran yang telah ditentukan
b.
Kesiapan guru
dalam melaksanakan program pengajaran
c.
Kesiapan siswa
dalam mengikuti proses pembelajaran
d.
Minat atau
perhatian siswa di dalam mengikuti pelajaran
e.
Keaktifan atau
partisipasi siswa selama proses
pembelajaran berlangsung
f.
Peranan
bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya
g.
Komunikasi dua
arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung
h.
Pemberian
dorongan atau motivasi terhadap siswa
i.
Pemberian
tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di
dalam kelas
j.
Upaya
menghilangkan dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan
yang dilakukan di sekolah
3.
Evaluasi
mengenai hasil belajar, mencakup
a.
Evaluasi
mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujuan khusus yang
ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas
b.
Evaluasi
mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum
pengajaran
D.
Tujuan evaluasi
pendidikan
Tujuan
umum dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu:
a.
Untuk
menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan
atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka
mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
b.
Untuk
mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah
dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
Tujuan
khusus
a.
Untuk
merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
b.
Untuk mencari
dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan
peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehinga dapat dicari dan
ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
E.
Fungsi Evaluasi
Fungsi
evaluasi secara umum
a.
Mengukur
kemajuan
b.
Menunjang
penyusunan
c.
Memperbaiki
atau menyempurnakan kembali
Fungsi
evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga segi yaitu:[5]
Segi
Psikologis, Segi Didaktik, Segi Administrative.
a.
Segi Psikologis
Bagi pesrta didik, evaluasi pendidikan memberikan pedoman atau
pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya
msing-masing di tengah-tengah kelompok atau lembaga.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan memberikan kapasitas atau
ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah usaha yang
telah dilakukan selama ini telah membawa hasil, sehingga secara psikologis
memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah
apa saja yang dipandang perlu dilakukan selanjutnya.
b.
Segi Didaktik
Bagi peserta didik evaluasi pendidikan (khususnya evaluasi hasil
belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat
memperbaiki, meningkatkan dan memperthankan prestasinya.
Bagi pendidik :
1)
Memberikan
landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta
didiknya.
2)
Memberikan
informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta
didik di tengah-tangah kelompoknya.
3)
Memberikan
bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
4)
Memberikan
pedoman untuk mencari dan menentukan jalan keluar bagi peserta didik yang
memang memerlukannya.
5)
Memberikan
petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan
telah tercapai.
c.
Segi Administrative
1.
Memberikan
laporan
Dengan
melakukan evaluasi, akan dapat disusun dan disajikan laporan mengenai kemajuan
dan perkembangan peserat didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran
dalam jangka waktu tertentu. Laporan mengenai perkembangan dan kemampuan
belajar peserta didik itu pada umumnya tertuaang dalam bentuk buku laporan
kemajuan belajar siswa (Rapor) untuk SD, SMP, dan SMA (KHS) kartu hasil studi
untuk Perguruan Tinggi, yang diberikan kepada orang tua setiap akhir semester.
2.
Memberikan bahan-bahan keterangan (Data)
Setiap
keputusan pendidikan harus didasarkan kepada data yang lengkap dan akurat.
Dalam hubungai ini nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari
kegiatan evaluasi,adalah merupakan data yang sangat penting untuk keperluan
pengambilan keputusan pendidikan atau lembaga pendidikan : Apakah seorang
peserta didik dapat dinyatakan tamat belajar, dapat dinyatatakan naik kelas,
tinggal kelas, lulus atau tidak lulus dan sebagainya.
3.
Memberikan
gambaran
Gambaran
yang dimaksud yaitu mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses
pembelajaran tercermin antara lain dari hasil-hasil belajar para peserta didik
setelah dilakukannya evaluasi hasil belajar. Dari kegiatan evaluasi hasil
belajar yang telah dilakukan untuk berbagai jenis mata pelajaran, misalnya akan
dapat tergambar bahwa dalam mata pelajaran tertentu (misal B.Arab, MTK, dan
IPA) pada umumnya kemampuan peserta didik masih sangat memprihatinkan,
sebaliknya untuk mata pelajaran PMP dan IPS misal hasil belajar siswa pada
umumnya sangat mengembirakan. Gambaran tentang kualitas hasil belajar peserta
didik juga dapat diperoleh berdasarkan data yang berupa Nilai Ebtanas Murni
(NEM), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan lain-lain.
F.
Prinsip-prinsip
evaluasi


Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu
adanya triagulasi atau hubungan erat tiga komponen yaitu:[6]
a.
Tujuan
pembelajaran
b.
Kegiatan
pembelajaran atau KBM, dan
c.
Evaluasi
Penjelasan
bagan triagulasi[7]
a.
Hubungan antara
tujuan dengan KBM
Antara belajar-mengajar yang dirancanru dengan mengacu pada tujuan
yang hendak dicapai.Dengan demikian, anak panah yang menunjukkan hubungan
antara keduanya mengarah pada tujuan dengan makna bahwa KBM mengacu pada
tujuan, tetapi juga mengarah dari tujuan ke KBM, menunjukkan langkah dari
tujuan dilanjutkan pemikirannya ke KBM.
b.
Hubungan antara
tujuan dengan evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh man
tujuan sudah tercapai.Dengan makna demikian maka anak panah berasal dari
evaluasi menuju ke tujuan. Di lain sisi, jika dilihat dari langkah, dalam
menyusun alat evaluasi ia mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan.
c.
Hubungan antara
KBM dengan evaluasi
Seperti yang sudah disebutkan dalam nomor (1), KBM dirancang dan
disusun dga harus engan mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan.Telah
disebitkan pula dalam nomor (2) bahwa alat evaluasi juga disusun dengan mengacu
pada tujuan.Selain mengacu pada tujuan, evaluasi juga harus mengacu atau
disesuaikan den KBM yang dilaksanakan.
Sebagai contoh, jika kegiatan belajar-mengajar dilakukan oleh guru
dengan menitikberatkan pada keterampilan siswa, bukannya aspek pengetahuan.
G.
Alat Evaluasi
Secara umum alat yaitu suatu yang dapat digunakan untuk mempermudah
seseorang dalam melaksanakan tugas atau tujuan secara lebih efektif dan
efisien.Alat evaluasi dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu denagn
hasil seperti keadaan yang dievaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut elevator
menggunakan cara atau teknik, atau lebih dikenal dengan teknik evaluasi. Teknik
evaluasi ada dua yaitu teknik nontes dan teknis tes.
a.
Teknik Nontes,
digunakan untuk mengevaluasi penampilan dan aspek-aspek belajar efektif
dari siswa. Yang tergolong teknik nontes
adalah :
1.
Skala
bertingkat(rating scale);
2.
Kuesioner
(questionair);
3.
Daftar cocok
(check list);
4.
Wawancara
(interview);
5.
Pengamatan (observation);
6.
Riwayat hidup.
b.
Teknik Tes
Tes menurut Amir Daien Indrakusuma adalah suatu alat atau prosedur
yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau
keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh
dikatakan tepat dan cepat.Apabila dikaitkan dengan evaluasi yang dilakukan di
sekolah , khususnya di suatu kelas, maka tes mempunyai fungsi ganda, yaitu
untuk mengukur siswa dan mengukur keberhasilan program pengajaran.
Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, tes dibagi
menjadi 3, yaitu:
1.
Tes diagnostik,
2.
Tes formatif,dan
3.
Tes sumatif.
H.
Prosedur Evaluasi
Prosedur
dalam evaluasi dapat dibagi menjadi beberapa langkah atau tahapan.
Menurut
Mochtar Buchori M.Ed, “langkah-langkah pokok dalam evaluasi terdiri dari
perencanaan, pengumpulan data, verivikasi data, analisadata dan penafsiran data
(Mochtar Buchori M. Ed, 1972, hal. 24).
o
Masalah pertama
yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah merumuskan tujuan evaluasi
yang hendak dilaksanakan dalam suatu proses pendidikan, didasarkan atas tujuan
yang hendak dicapai.
o
Masalah kedua
yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah menetapkan aspek-aspek
yang harus dinilai.
o
Masalah ketiga
yang harus dilakukan dalam langkah perencanaan ialah menentukan metode evaluasi
yang akan dipergunakan.
o
Masalah keempat
daripada langkah perencanaan ialah memilih atau menyusun alat-alat evaluasi
yang akan dipergunakan.
o
Masalah kelima
daripada langkah perencanaan ialah menentukan kriteria yang akan dipergunakan
o
Masalah keenam
daripada langkah perencanaa ialah menetapkan frekuensi evaluasi.
I. Objek dan Subjek Evaluasi
Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan
evluasi. Yang disebut subjek evaluasi untuk setiap tes, ditentukan oleh suatu
aturan pembagian tugas atau tntang prestasi yang berlaku. Misalnya, untuk
melaksanakan evaluasi tentang prestasi belajar atau pencapaian maka sebagai
subjeknya evaluasi adalah guru. Kemudian untuk malaksanakan evaluasi sikap yang
megunakan sebuah skala maka yang menjadi subjeknya bisa meminta petugas yang
ditunjuk.[8]
Objek atau sasaran evaluasi adalah hal-hal
yang menjadi pusat perhatian untuk dievaluasi. Apapun yang ditentukan oleh
elvaluator atau penlai untuk dievluasi, itulah yang disebut dengan objek
evaluasi. Yang dijadikan objek evaluasi adalah semua aspek yang terkait dengan
kinerja transformasi yaitu (1) masukan mentah, (2) masukan instrumental, (3)
masukan lingkungan, (4) proses transformasi itu sendiri, dan (5) keluaran,
yaitu hasil dari transformasi.[9]
A. Kesimpulan
Pengertian Evaluasi
sebagai suatu tindakan atau kegiatan proses penentuan nilai pendidikan sehinga
dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.
karakteristikevaluasi pendidikan,
yaitu :
1.
Memiliki
implikasi tidak langsung terhadap siswa yang dievaluasi.
2.
Lebih bersifat
tidak lengkap.
3.
Mempunyai sifat
kebermaknaan relative.
4.
Evaluasi
mengenai program pengajaran
5.
Evaluasi
mengenai proses pelaksanaan pengajaran
6.
Evaluasi
mengenai hasil belajar,
Tujuan
umum dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu:
a. Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang
akan dijadikan sebagai bukti mengenai
taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik,
setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
b.
Untuk mengetahui
tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam
proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
Tujuan
khusus
c.
Untuk
merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
d.
Untuk mencari
dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan
peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehinga dapat dicari dan
ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
Fungsi
evaluasi secara umum
d.
Mengukur
kemajuan
e.
Menunjang
penyusunan
f.
Memperbaiki
atau menyempurnakan kembali
Fungsi
evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga segi yaitu:Segi Psikologis, Segi
Didaktik, Segi AdministrativeAda satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan
evaluasi, yaitu adanya triagulasi atau hubungan erat tiga komponen yaitu:[10]
Tujuan
pembelajaran
o
Kegiatan
pembelajaran atau KBM, dan
o
Evaluasi
Secara umum alat yaitu suatu yang dapat digunakan untuk mempermudah
seseorang dalam melaksanakan tugas atau tujuan secara lebih efektif dan
efisien.
Teknik
Nontes, digunakan untuk mengevaluasi penampilan dan aspek-aspek belajar efektif
dari siswa. Yang tergolong teknik nontes
adalah :
.Skala
bertingkat(rating scale);Kuesioner (questionair);Daftar cocok (check list);Wawancara
(interview);Pengamatan (observation);Riwayat hidup.
Tes
menurut Amir Daien Indrakusuma adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis
dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang
diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.
Ditinjau
dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, tes dibagi menjadi 3, yaitu: Tes
diagnostik,Tes formatif,dan Tes sumati
Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan evluasi.
Objek atau sasaran evaluasi adalah hal-hal yang menjadi pusat perhatian untuk
dievaluasi. Apapun yang ditentukan oleh elvaluator atau penlai untuk dievluasi,
itulah yang disebut dengan objek evalua
DAFTAR PUSTAKA
ArikuntoSuharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi
Aksara, Jakarta: 1990,
Sudaryono, Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2012,
Sukardi, Evaluasi Pendidikan :
Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara, 2008,
[1]
Anas sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rajagrafindo Persada,
1996, hal. 1
[2]
Ibid.,hal. 2
[3]
Sukardi, Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara,
2008, hal. 3-4
[4]Sudaryono,
Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012, hal. 40-41
[5]Sukardi,
Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya, Jakarta:Bumi Aksara, 2008, hal. 12-13
[6]
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta:
1990, hal.38
[7]Ibid.,
hal. 39
[8]Sudaryono,
Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012, hal.42
[9]
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta:
1990, hal. 30-31
[10]
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta:
1990, hal.38
Tidak ada komentar:
Posting Komentar